SAHABAT
Adat merantau,
Sampai waktunya kita pulang, kita pulang,
Bila tiba waktunya kita pergi, kita kan pergi jua,
Tidaklah hilang wajah-wajah sahabat bersama tika jatuh dan bangunku,
Tidaklah lenyap memori suka duka kita selagi seribu coretan masih tersingkap.
Telah banyak erti hidup kita lalui bersama,
Setiap detik, setiap saat bahkan setiap waktu,
Adakalanya kita bertikam lidah,
Adakalanya kita menyendiri dek salah faham,
Tapi nilai sebuah persahabatan itu yang menjadikan kita kembali bersatu.
Wahai sahabat,
Kita sudah berada di dua persimpangan,
Masing-masing akan pergi melukis hari mendatang tanpa kita bersama,
Namun doa tetap menyatukan kita,
Kerana Tuhan telah merancang masa depan kita.
Pulanglah wahai sang perantau,
Walau ilmu dicari belum secukupnya,
Namun aku telah bertemu akan sahabat yang begitu berharga,
Moga ikatan persahabatan kita kekal sehingga penghujung waktu,
Terima kasih Wahai SAHABAT,


